Tata Cara Melakukan Ibadah Aqiqah yang Benar

Lahirnya seorang anak pastinya menjadi berkah bagi orang tua. Ada pasangan suami istri yang membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan keturunan. Namun ada pula pasangan suami istri yang langsung diberikan keturunan setelah menikah. Seorang anak memang menjadikan keluarga pasangan suami istri menjadi lebih berwarna. Dalam ajaran Islam, ketika seorang anak perempuan atau laki-laki lahir, orang tua akan mengadakan acara aqiqah. Tujuan dilaksanakannya ibadah aqiqah adalah sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Ibadah aqiqah ini biasanya dilakukan dengan menyembelih hewan ternak, misalnya kambing atau domba. Setelahnya daging kambing dimasak terlebih dahulu baru dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan orang yang membutuhkan makan.

9 Tata Cara Melaksanakan Ibadah Aqiqah Menurut Islam

Ibadah aqiqah memiliki beberapa arti dari beberapa sumbernya. Dalam arti bahasa, aqiqah artinya memotong, berasal dari bahasa Arab ‘al-qat’u’. Definisi lain mengatakan bahwa aqiqah adalah nama rambut bayi baru dilahirkan. Sedangkan menurut istilah, aqiqah adalah kegiatan menyembelih hewan ternak di hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Untuk Ayah Bunda yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah karena sudah memiliki kemampuan. Tentunya Ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan dengan baik terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan supaya ibadah aqiqah bisa lebih berkah dan diterima oleh Allah SWT.

Berikut ini beberapa tata cara dalam pelaksanaan ibadah aqiqah dalam Islam.

  1. Jumlah Hewan Aqiqah

Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya berkata jika Rasulullah bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”

Dari hadits diatas sudah bisa diambil kesimpulan bahwa untuk aqiqah anak laki-laki memang harus menggunakan dua ekor kambing atau domba. Sedangkan untuk aqiqah anak perempuan cukup satu ekor kambing atau domba saja. Untuk jenis kelamin hewan yang digunakan untuk aqiqah boleh jantan atau betina. Namun kebanyakan aqiqah menggunakan kambing atau domba berjenis kelamin jantan.

  1. Kambing Memenuhi Syarat Aqiqah

Untuk pelaksanaan ibadah aqiqah, kambing yang digunakan tidak boleh sembarangan. Syarat kambing aqiqah sama dengan kambing kurban. Dimana kambing atau domba ini harus sehat dan tidak cacat, serta bebas dari segala penyakit. Supaya bisa melihat kondisi kambing atau domba dalam keadaan sehat bisa dilihat dari beberapa hal. Yakni dari mata, kuku kambing dan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Selain itu juga harus dipastikan bahwa kambing atau domba ini sudah cukup umur dan mempunyai berat ideal. Dengan begitu yang mengolah daging kambing akan lebih bersemangat.

  1. Waktu Melaksanakan Acara Aqiqah

Rasulullah bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelihkan hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Banyak ulama yang menganjurkan untuk melaksanakan ibadah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran anak. Tetapi juga bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Untuk orang tua yang mampu secara finansial dan sudah siap, maka bisa melaksanakan pada hari ke-7 setelah anak lahir. Akan tetapi untuk orang tua yang belum siap atau belum cukup biaya untuk aqiqah di hari ke-7. Maka bisa diganti pada hari ke-14 atau ke-21. Bahkan beberapa ulama mengatakan bahwa aqiqah bisa dilakukan kapan saja jika sudah ada kemampuan. Seorang anak yang sudah besar dan mampu bisa mengaqiqahkan dirinya sendiri nantinya.

  1. Menyembelih Hewan Ternak Aqiqah

Ketika menyembelih hewan untuk aqiqah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Dalam menyembelih kambing adalah tidak mematahkan tulang dari sembelihan. Ini dimaksudkan supaya hikmah yang terkandung adalah tafa’ul atau berharap keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak yang diberikan akikah.

  1. Membaca Doa Ketika Menyembelih

Saat hendak menyembelih kambing atau domba, orang yang menyembelih hewan harus membaca doa ini terlebih dahulu, “Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.”

Yang artinya, “Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

  1. Daging Dimasak Terlebih Dahulu

Terdapat dua pendapat yang mengenai pembagian daging aqiqah. Beberapa ulama menyebutkan bahwa daging aqiqah bisa diberikan saat masih mentah. Namun banyak juga ulama lain yang lebih mengutamakan jika daging kambing dimasak sebelum dibagikan.

Ini sesuai dengan hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi)

Untuk olahan daging aqiqah ini sendiri bisa dibuat menjadi berbagai macam menu. Misalnya sate, gulai, tongseng, rica-rica dan lainnya. Biasanya daging kambing aqiqah yang dibagikan ini dimasukkan ke dalam box berisi nasi putih, kerupuk, dan lauk lainnya. Dengan begtiu orang yang menerima bisa langsung menyantap daging akikah ini.

  1. Memakan Sebagian dan Membagikan Daging Aqiqah

Dalam hadits di poin ke-6, daging aqiqah memang disunahkan untuk dikonsumsi sebagian oleh pemilik acara. Sedangkan untuk sisanya dibagikan kepada saudara, tetangga dan fakir miskin. Hal ini pun tertuang dalam firman Allah SWT, “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. – Q.S. Al-Insan

  1. Memberi Nama & Mencukur Rambut

Dalam proses aqiqah, tidak hanya menyembelih dan membagikan daging kambing saja. Namun juga memberikan nama dan mencukur rambut bayi. Ketika memberikan nama pada anak haruslah yang memiliki arti baik. Sebab nama yang diberikan oleh orang tua akan mencerminkan dan doa supaya anak tumbuh dengan baik nantinya. Terlebih lagi nama anak akan menjadi nama panggilan di kehidupan sosialnya. Jadi pastikan untuk memilihkan nama yang mudah diingat dan memiliki arti baik.

Memberikan nama baik sangat dianjurkan, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah namamu.” (HR Muslim)

  1. Mendoakan Anak

Tata cara terakhir ketika melaksanakan ibadah aqiqah adalah mendoakan anak yang sedang diaqiqahi. Doanya adalah, “U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Nah itulah beberapa tata cara pelaksanaan ibadah aqiqah untuk anak yang tepat dalam agama Islam. Dengan mengetahuinya maka nantinya bisa melaksanakan ibadah aqiqah dengan lebih baik dan berkah tentunya. Bagi Ayah Bunda yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah tanpa harus menyembelih dan memasak kambing. Saat ini sudah banyak layanan aqiqah yang siap membantu dan mengantarkan sampai rumah. Dari segi harga pun terjangkau dan bisa menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki orang tua. Tetapi pastikan untuk bisa memilih layanan aqiqah yang benar-benar tepat dan terpercaya. Jadi nantinya bisa mendapatkan olahan aqiqah enak dan lezat serta mendapatkan pelayanan terbaik.